
Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) kembali menggelar Lomba Debat Bahasa Korea untuk mahasiswa se-Indonesia, yang melibatkan delapan tim debat dari berbagai universitas. Babak penyisihan debat berlangsung pada Jumat, 5 Mei 2023, yang mendiskusikan pertanyaan "Apakah penggunaan bahasa Korea sepenuhnya dalam proses belajar memaksimalkan efektivitas pembelajaran?".
Debat babak penyisihan yang dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom ini terdiri dari empat sesi yang melibatkan delapan tim. Universitas Pendidikan Indonesia mengirimkan tiga tim debat, yang pertama tim Seungseung (승승) yang terdiri dari Matahari Sukmadjati & Audya Zhafira V. Tim lain dari UPI adalah tim Byeolttungbyeol (별똥별) yang terdiri dari Agnes Michelle Liu dan Shavira Amelia Johan; serta tim Wi-fi (와이파이) yang terdiri dari Firly Fadilah dan Wina Maharani P. H.
Universitas Indonesia mengirimkan dua tim, yakni tim Pureun Nancho (푸른난초) yang terdiri dari Syifa Aisyah T. N. dan Shafiyyah Maulida P.; serta tim Beotkkot (벚꽃) yang terdiri dari Azka Westri Z. D. dan Adelia Rida L. Universitas Gadjah Mada mengirimkan satu tim, yaitu tim Igong Dugong (이공두공) yang terdiri dari Vanesa Olivia dan Raihana Alfiyya R. A. Universitas Padjajaran diwakilkan oleh tim Gapjagi Han (갑지가 한) yang terdiri dari Fahira Ardini P. dan Elvera Maulida. Selain itu, terdapat satu tim dari Politeknik Keuangan Negara STAN, yakni tim Jegi (제기) yang terdiri dari Asya Annisa S. dan Ririn Faizah.
Salah satu poin debat yang menarik adalah ketika tim Wi-fi (와이파이) berpendapat bahwa belajar bahasa Korea dengan penggunaan bahasa Korea sepenuhnya akan membiasakan siswa dengan bahasa Korea dan memungkinkan mereka berkomunikasi dengan lebih baik. Sementara itu, tim Seungseung (승승) berpendapat bahwa membandingkan bahasa ibu dan bahasa Korea dalam proses belajar dapat memberikan wawasan yang bermanfaat.

Berdasarkan penilaian dari ketiga juri, empat tim berhasil melaju ke babak semifinal, yaitu Pureun Nancho (푸른난초), Jegi (제기), Igong Dugong (이공두공), dan Seungseung (승승). Ketiga juri yang menilai debat ini adalah kepala penyunting Jakarta Gyeongje Sinmun (자카르타경제신문) Jo Hyun-young; Ahli dalam bidang linguistik, tipologi bahasa, dan pendidikan bahasa, Florian Hutagalung; dan pengajar bahasa Korea di King Sejong Institute, Go Keun-hwa.
Jo Hyun-young mengatakan bahwa seluruh tim debat telah menyampaikan pendapat dengan baik. Florian Hutagalung menambahkan saran bahwa ada poin-poin penting yang dapat dibahas untuk membuat debat lebih menarik, seperti perbedaan negara tempat pengajaran dilakukan dan profil pengajar yang mengajarkan bahasa Korea. Go Keun-hwa pun mengakui bahwa meskipun ada beberapa poin yang belum disampaikan dalam debat, para peserta menunjukkan kemampuan yang baik karena telah mampu berdebat dalam bahasa Korea.
Sementara itu, babak semifinal dan final akan diselenggarakan pada Jumat, 12 Mei 2023, di CGV mal fx Sudirman, Jakarta. Tema debat semifinal adalah "Apakah kegiatan daring seperti bekerja dan sekolah dari rumah harus dilanjutkan pasca pandemi?" Babak final akan digelar di hari yang sama dengan tema debat final "Apakah baik melatih calon bintang K-pop dari usia muda?"
Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi siswa dan mahasiswa di Indonesia untuk lebih semangat mempelajari bahasa Korea dan menampilkan kemampuan mereka.
How about this article?
- Like1
- Support0
- Amazing0
- Sad0
- Curious0
- Insightful1