
Sejak akhir 1990-an, Hallyu atau “Gelombang Korea” telah menjadi fenomena budaya yang menyebar di seluruh dunia. Pertukaran budaya Korea melalui Hallyu terus berlangsung dan mempengaruhi banyak orang hingga sekarang. Seniman Korea pun tidak luput dari pengaruhnya, termasuk dari K-Pop.
Pameran "Bakbak! Nana! Jjajja!", yang digelar oleh Baik Art Jakarta, memperkenalkan karya-karya lima seniman Korea yang terinspirasi oleh K-pop. Mereka adalah Buwon Seo, Jinwoo Kim, Joy, MAWZ, dan Yerin. Pameran ini memberikan kesan unik dari seniman kontemporer Korea menginterpretasikan fenomena budaya populer.
Jinwoo Kim: Simbolisme Rasa
Jinwoo Kim yang kerap mengekspresikan fenomena sosial abad 21 dalam karyanya, memamerkan enam lukisan yang terinspirasi dari BTS. Empat lukisan yang dipamerkan, “Rainmaking Ceremony”, “Flower Pot Head”, “Longevity”, Ecstasy” adalah lukisan yang dihasilkan dari kerja sama dengan UNICEF dalam gerakan kampanye “LOVE YOURSELF”.

Dua lukisan lain, “Deep Breath” dan “Spring and Thunder”, menginterpretasikan lagu BTS ternama “Spring Day”. “Deep Breath” menggambarkan kemurnian hati seperti murninya es mencair di awal musim semi. Sementara itu, “Spring and Thunder” menggambarkan harapan untuk kembali bertemu dengan orang yang dirindukan.
Joy: K-Pop dalam Seni Deformasi
Joy, mendefinisikan persamaan K-pop dengan grup “New Jeans” dengan kata “deformasi”. Layaknya K-pop yang memiliki bentuk berbeda dengan bentuk budaya tradisional Korea, New Jeans adalah grup yang membawa tren baru dalam K-pop.

Karya Joy yang dipamerkan dalam pameran ini, “Zecto” dan “Stubborn Dance”, menginterpretasikan konsep deformasi sebagai tantangan baru di lingkungan yang terus berubah.
MAWZ: Idola dan Penggemar
MAWZ, adalah seniman yang mengekspresikan kegelisahan sosial dan fenomena kebudayaan melalui warna-warna cerah dalam karyanya. Sebagai seniman, ia sudah berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk Vans, Volkswagen, Perrier, dan SM Entertainment.

“The Dance of a Dream of You and Me"adalah karyanya yang terinspirasi oleh Aespa. Karya ini menggambarkan penggemar yang mendukung idolanya. Penggemar dilambangkan sebagai burung yang besar dan mendukung idolanya untuk berkembang lebih jauh.
Yerin: Sosok Selebriti
Yerin dalam seri "Guess Who?" menginterpretasikan secara unik karakter grup Le Sserafim. Ia mengekspresikan penampilan ikonis para anggota dengan segar dan menarik.

Kiprah Yerin yang luas di bidang seni mencakup desainer mode, desainer grafis, dan direktur kreatif selama sepuluh tahun membuat karya seninya dapat diterima oleh banyak orang.
Buwon Seo: Ketakutan dan Kecemasan Para Bintang
Jika empat seniman sebelumnya terinspirasi dari artis K-pop tertentu, Buwon Seo dalam seri "Kidnapping" tahun 2023 mengekspresikan kecemasan yang umum dimiliki oleh para bintang.

Dalam seri “Kidnapping”, Buwon Seo menampilkan ketakutan akan hilangnya ketenaran dan kebahagiaan yang dapat terjadi kapan saja, seperti alien tiba-tiba yang menculik makhluk bumi. Ia ingin menyampaikan bahwa rasa takut ini sukar hilang, bahkan di tempat paling aman seperti rumah.
Meskipun karya-karya yang dipamerkan dalam “Bakbak! Nana! Jjajja!”dibuat dengan teknik yang berbeda, semuanya mengeksplorasi dan menanggapi fenomena K-Pop sebagai sebuah perenungan yang reflektif. Selain itu, pameran ini juga mengadirkan nuansa budaya populer dan seni kontemporer Korea yang penuh energi.
“Kami ingin menghadirkan nuansa Korea yang muda,“ ujar Devi, salah satu staf galeri yang ditemui dalam acara VIP Reception pada 25 Mei 2023. Karya-karya dalam pameran “Bakbak! Nana! Jjajja!” masih dapat dinikmati di BAIK Art Jakarta hingga 25 Juni 2023.
How about this article?
- Like1
- Support0
- Amazing2
- Sad0
- Curious0
- Insightful0